Saturday, 13 July 2013

Kisah Perjalanan di TOKI: Saya dan OSN 2009

Hingga pada waktunya liburan, saya mendapatkan informasi bahwa hasil OSP sudah dipublikasikan melalui internet. Penasaran, saya langsung memeriksanya. Hasilnya, saya berada di peringkat TIGA Jakarta! Benar-benar senang dan saya bahkan tidak mampu mengekspresikannya (mau melompat-lompat pun tidak bisa). Nama saya muncul di antara Rolandi, Ericko, Edrick, David, Vilberto (Vito), Gerry, Beatrice, dan Geraldi. Saya tahu mereka siapa, karena sambil pelatihan saya juga mengumpulkan informasi tentang pesaing-pesaing tangguh, tetapi mereka mungkin tidak tahu saya siapa. Saya sudah mengenal Ericko sebelumnya karena dia pernah mengajak saya "ngetiaw", dan Vito karena saya terkaget dia mampu menyelesaikan kubus rubik dengan cepat (waktu itu rubik belum trend).

Hari yang Semakin Mengganas
Tidak lama kemudian, datanglah email dari petinggi TOKI untuk mengikuti Pelatihan Jarak Jauh (PJJ). Pada zaman itu, PJJ masih dilaksanakan di ranau (sebelum ada tokilearning). Mulai di PJJ, saya menghadapi soal-soal pemrograman yang belum pernah saya coba sebelumnya. Beruntung karena ada bekal pengetahuan pemrograman yang saya dapat saat SMP, saya mampu bertahan hingga chapter 3 (materinya tentang rekursi) tanpa bantuan. Sesampai di chapter itu, saya diutus untuk mengikuti pelatihan daerah (pelatda) bersama dengan 8 nama lain yang saya sebutkan sebelumnya.

Pelatda dilaksanakan di hotel Grand Tropic, Jakarta Barat selama seminggu. Di sana kami dibimbing oleh alumni TOKI yang dulunya dari Jakarta, yaitu Karol, Ricky, Daniel AP, dan Kavin. Kami juga menikmati saat-saat bersama ketika santai, seperti bermain kartu, uno stacko (yang kalah menulis quicksort di papan tulis), merayakan ulang tahun Kavin (yang bahkan dia sendiri lupa), dan mendengarkan lagu-lagu tahun 80-an di laptop Pak Mauliddin (salah satu lagunya berjudul Oh-Carol, Karol?).
Suasana coding

Bermain stacko

Kalah main stacko, Vito menulis quicksort

Foto beramai-ramai

Jadwal keseharian kita kurang lebih (dikutip dari album dari Vito):

BANGUN PAGI : Bolos senam, lgsg ngoding

MAKAN PAGI : hotel punya: mengecewakan, roti kita: memuaskan

LATIHAN PAGI

MAKAN SIANG : nasi kotak hotel: mengecewakan, tempe, popcorn, nasi kita: memuaskan

LATIHAN SORE

MAKAN MALAM : nasi kotak hotel: mengecewakan, nasi kita: memuaskan

LATIHAN MALAM

WAKTU BEBAS : capsa, 41, tepok nyamuk, poker, kartu setan, kartu boong, uno cards, uno stacko

TIDUR MALAM

Hasil pelatihan daerah tim OSN DKI JAKARTA:
1. Meningkatnya wawasan akan programming
2. Mengenal REKURSI, BFS, DFS, SORT
3. Hafal mati QUICKSORT
4. SEBUAH LAGU TIDAK BERJUDUL yang baru jadi reffreinnya.
Berikut adalah penggalan dari lagu tersebut (nb: nyanyikan dengan nada lagu "Online - Saykoji"):
"Siang malam ku selalu
menatap layar yang biru untuk
coding, coding
compile, compile.
Jari dan keyboard beradu
pasang otak cari algo
aku coding, coding
pascal, pascal."

Seminggu bersama mereka benar-benar menyenangkan. Pertama kalinya saya dapat menghabiskan waktu yang panjang bersama dengan teman-teman yang "searah" dengan saya. Lagipula, jarang-jarang saya bisa menginap dan menghabiskan waktu dengan teman sebaya. Waktu satu minggu itu terasa panjang, tetapi rasanya kurang agar kita semua bisa saling kenal dengan baik. Meskipun begitu saya tetap menghormati mereka dan menganggap mereka sebagai pejuang yang ingin mencapai tujuan yang sama.

Secara umum, kemampuan saya menengah di antara mereka semua (bila diukur dari sejauh mana kita mampu mengerjakan PJJ). Tanpa terasa, waktu OSN hanya tinggal beberapa hari lagi! Sementara itu saya belum selesai mengerjakan soal-soal di chapter 4. Meskipun begitu, supervisor PJJ pra-OSN menaikkan saya ke chapter 5 karena sudah menyelesaikan 90% chapter 4.

Suatu ketika, Ricky bertanya "target lu apa? Emas, perak, perunggu?". Saya terdiam sejenak karena baru menyadari bahwa OSN merupakan "puncak". Saya tidak yakin apakah saya mampu mendapatkan medali, karena belum tahu bagaimana kriteria orang yang mampu mendapatkan medali. Sesuai prinsip sebelumnya, saya putuskan untuk mengerjakannya sebaik mungkin tanpa memedulikan pesaing lain.

Pelatda berakhir dan saya sangat letih. Sepanjang perjalanan pulang saya mendengkur di mobil dan rasanya rasa lelah selama seminggu memuncak. Selang 2 hari kemudian adalah waktu keberangkatan OSN. Selama hari itu saya hanya baca-baca kode quicksort, BFS, queue, dan tidak banyak mengerjakan soal lagi. Maklum ingin menjaga kondisi sebelum berperang.

OSN 2009
Ternyata OSN 2009 dilaksanakan di Jakarta (saya baru tahu saat itu). Kami berangkat ke hotel Bumiwiyata, Depok untuk check-in. Berikutnya kami diminta untuk mengumpulkan berkas kelengkapan (surat sekolah, foto, dsb). Ternyata saya tidak tahu bahwa diperlukan surat tugas dari sekolah! Akhirnya saya minta kepada orang tua untuk mengirimkannya ke Diknas (pada akhirnya diketahui pula bahwa surat itu salah dibuat, tetapi saya tidak peduli lagi).

Suasana menjelang keberangkatan

Hari berikutnya adalah sesi pembukaan dan pembiasaan diri di lingkungan kompetisi. Pembukaan berlangsung meriah di Gedung Bidakara, Jakarta. Sementara itu sesi pembiasaan diri dilakukan di Fasilkom UI. Saat itu, sempat terjadi mati internet, sehingga kita bingung harus melakukan apa. Akhirnya saya tidur sambil mendengar suara sticky-key yang dimainkan oleh peserta lain.

Kontes hari pertama pun tiba. Kami diberikan cokelat dari Ricky dan menyebutnya "wasiat Ricky". Cokelat ini saya bawa di kantong dan akan digunakan pada saat "darurat". Oh ya, sempat terjadi kecelakaan dimana saya hendak minum teh tetapi terambil kopi. Sepertinya itu pertama kalinya saya minum kopi tubruk.

Cokelat mewah wasiat Ricky

Pada saat kompetisi, saya lumayan bisa mengerjakan soal-soal teori (sesi 1). Sempat beberapa kali ke toilet, saya memakan cokelat wasiat itu sekotak demi sekotak. Hasilnya tenyata cukup manjur, rasanya ada begitu banyak energi meluap dari badan saya. Soal-soal sesi dua pun saya kerjakan sebaik mungkin, hingga akhirnya waktu hampir habis dan saya masih ada soal yang belum tersentuh (zig-zag). Akhirnya soal itu saya kerjakan dengan "Hercules", writeln('zig-zag');.

Setelah kontes hari pertama berakhir, kami diberitahu posisi dan peringkat oleh fasilitator Jakarta (pengunjung dapat melihat tabel nilai kami, tetapi dibekukan pada jam terakhir). "Kamu lumayan bagus, kalo mau dapat emas besok harus bisa lebih baik". Mendengar itu, rasanya senang sekali karena saya memiliki potensi mendapatkan emas! Hari itu saya benar-benar puas karena dapat mengerjakan soal-soal semaksimal mungkin. Ternyata kemampuan saya tidak buruk-buruk juga, mampu menduduki posisi yang aman :D. Teman-teman saya yang lain ada yang di zona emas (Rolandi, Edrick), sementara untuk yang lain saya tidak terlalu tahu. Kelihatannya cukup aman.

Kontes hari kedua pun tiba. Sesuai saran Ricky saya memakan cokelat sebelum kontes dimulai. Kali ini kami menghadapi 5 soal pemrograman (berdasarkan urutan pengerjaan saya):

1. Lagu
Cukup mudah, tinggal mengurutkan saja lalu mencetaknya dalam urutan depan-belakang-depan-belakang-.... Setelah diperiksa berkali-kali, rasanya yakin mendapatkan 100.

2. Sepatu
Soal yang kurang umum saya temui, tetapi saya kerjakan dengan intuisi dan "kira-kira begini harusnya bener". Setelah dicoba testcase contoh, hasilnya sesuai dan rasanya algoritma yang saya gunakan masuk akal. Tanpa pikir panjang langsung saya kumpulkan.

3. Tarian
Seharusnya soal ini mudah, tetapi saya tidak tahu bagaimana cara coding-nya agar menjadi singkat dan mudah. Setelah berpikir beberapa lama, akhirnya saya sadar bahwa soal ini sangat mudah dikerjakan. Begitu testcase contoh benar, langsung kumpulkan!

4. Paduan Suara
Memasuki soal ini, saya masih punya waktu sekitar 3 jam. Untuk soal ini, saya tidak punya ide untuk menyelesaikannya. Setelah menghabiskan waktu sekitar 1 jam, akhirnya saya menemukan algoritma aneh yang saya sendiri tidak tahu apakah itu dapat bekerja dengan baik. Karena sudah tidak ada ide, maka tidak ada salahnya dicoba dan akhirnya saya menghabiskan waktu 1 jam untuk membuat programnya. Begitu testcase contoh benar, langsung saya kumpulkan dan pindah ke soal terakhir.

5. Petunjuk Kasar
Dari deskripsinya saja saya sudah tahu bahwa soal ini adalah yang paling sulit. Saya tahu bahwa soal ini perlu BFS untuk dikerjakan, tetapi sayangnya saya belum pernah membuat BFS! Sekedar informasi, saya agak lambat untuk membuat program, jadi besar kemungkinan saya tidak sempat menyelesaikan BFS yang belum pernah saya buat itu dalam waktu 1 jam. Meskipun begitu, tiba-tiba muncul inspirasi yang mendorong saya untuk langsung mengetikkan kode tanpa pikir panjang. Jari-jari saya dan otak tiba-tiba saling terkoneksi dengan baik, saya mulai kehilangan kesadaran dan memprogram sambil menyuarakan kata-kata alur algoritma. Hingga tiba-tiba seseorang masuk ke ruangan dan berkata "Waktu tinggal 15 menit, jadi mohon segera diselesaikan..." (ternyata dia adalah Brian Marshal). Mendengar itu saya langsung panik dan khawatir tidak dapat menyelesaikannya. Saat itu, saya sudah selesai membuat BFS dan tinggal mencetak keluaran. Sayangnya untuk mencetak keluaran masih diperlukan kode untuk pengurutan dan membuang perulangan yang ada X(. Akhirnya saya menenangkan diri dan tetap mengebut seperti sebelumnya. Begitu dicoba testcase contoh dan benar, langsung saya kumpulkan! Seingat saya itu 30 detik terakhir sebelum kontes berakhir.

Kontes selesai! Otak saya langsung kelelahan setelah hembusan nafas yang membuat saya bangkit dari tempat duduk. Setelah membereskan meja saya langsung keluar ruangan dan menemui teman-teman Jakarta. Otak saya benar-benar lelah, rasanya bahkan berjalan pun tidak bisa lurus. Kelihatannya ini adalah efek dari cokelat yang membuat overclock otak, hahaha. Bagaimanapun juga, kontes sudah berakhir dan rasanya sangat lepas. Saya menikmati acara-acara yang disungguhkan mahasiswa Fasilkom seperti pemutaran film karya mereka, permainan band, lawakan, dsb.

Waktu-waktu seusai kontes itu berlalu. Saya menghabiskan waktu bersama teman sekamar dari Riau, Kalimantan Barat, dan Jawa Tengah dengan sekedar bercerita, nonton televisi saluran internasional (pertama kalinya saya menonton acara luar), dan sebagainya. Rasanya tiduran di kamar sambil berselimut sangat menyenangkan. Teman-teman Jakarta yang lain? Mereka pergi ke mall "Margo City" dan kelihatannya saya ditinggal hahaha. Hari berikutnya ekskursi ke TMII, kita berangkat setelah Jumat siang. Tidak begitu "wow" karena kita hanya mengunjungi 1 objek saja, tetapi cukup menyenangkan karena bisa bergaul bersama teman-teman dari daerah lain.

Akhirnya tiba harinya untuk penutupan OSN. Kami semua naik bus pada pagi hari dan sempat kesasar beberapa kali. Saya tidak ingat lokasinya di mana, tetapi itu tidak jauh dari rumah saya. Sesampainya di sana, suasana sudah ramai dan kami kesulitan mencari tempat duduk. Akhirnya kami (kontingen Jakarta) duduk terpisah-pisah.

Pembacaan peraih medali berlangsung sangat panjang. Waktu itu dimulai dari SD bidang matematika perunggu, lalu IPA perunggu, lalu SMP matematika perunggu, SMP biologi perunggu, dst hingga akhirnya SMA perunggu. Nama-nama yang saya kenal karena meraih nilai tinggi di PJJ bermunculan seperti Martha Monica dan Berty Chrismartin LT, wah jadi mulai khawatir bagaimana nasib saya. Tak lama kemudian Vito dan Ericko dipanggil dan mendapatkan perunggu di urutan tengah. Saya mulai berpikir:
"Apakah dapat perunggu? Kalau iya sih bersyukur! Tapi rasanya pengen dapet perak juga! Tapi kalau gak muncul di perunggu dan gak muncul di perak/emas juga gimana?"

Jadi muncul semacam dilema seperti itu. Akhirnya nama saya tidak muncul di perunggu. Kembali saya harus menunggu SD bidang matematika perak, lalu IPA perak, lalu SMP matematika perak, SMP biologi perak, dst hingga akhirnya SMA perak.
Begitu bagian komputer perak, NAMA SAYA LANGSUNG DIPANGGIL! Tanpa pikir panjang saya langsung maju ke panggung dan mendapatkan kalungan medali perak yang ternyata cukup berat! Setelah itu saya tidak lagi memperhatikan perolehan medali dan langsung menuju kaunter pengurusan hadiah uang tunai.

Di sana saya bertemu dengan Ericko, Vito, Tracy, dan beberapa medalis yang saya kenal lainnya. Kita semua begitu senang dan saya menyaksikan begitu banyak pelukan dan berfoto.
Ericko dan Tracy dengan medali mereka

Saya juga kemudian mendapatkan informasi bahwa Edrick dan Rolandi menduduki peringkat 2 dan peringkat 1 di medali emas. Wow sebelumnya saya tidak menyangka bahwa mereka sehebat itu!

Perolehan akhir untuk Jakarta adalah 2 emas, 2 perak, dan 2 perunggu.
Foto kita semua

Rasanya saya sangat senang karena berhasil mendapatkan wujud penghargaan pertama dalam hidup (ingat dengan cerita saya di awal?). Kaki dan tangan saya kesemutan sepanjang perjalanan dari gedung penutupan sampai kembali ke hotel Bumiwiyata. Di hotel itu kami diberikan kotak medali dan entah mengapa barang bawaan kita sudah ada di luar kamar. Kabarnya sih ada miskomunikasi sehingga waktu kita menginap sudah habis, padahal seharusnya baru besok jadwal kepulangannya.

Akhirnya beberapa teman yang pulang hari esok dipindahkan ke Hotel Kaisar, sementara yang bisa pulang langsung disarankan untuk pulang. Oleh karena itu saya menelepon orang tua dan menanti untuk di jemput. Sambil menanti, saya menyaksikan pertandingan DotA antara peserta dari Kalimantan Timur dengan Riau.

Berakhirlah OSN 2009, dan saya sangat puas dengan pencapaian ini. Oh ya, setelah saya periksa perolehan nilai untuk medalis, ternyata nilai yang sama persis seperti nilai orang di peringkat 15. Jadi berkat "Hercules" dengan "writeln('zig-zag');" itu, saya terselamatkan dan dapat bonus upgrade medali. Hmm sepertinya saya sangat beruntung!

So close!

Akhirnya saya kembali ke kehidupan siswa biasa dan melanjutkan sekolah. Biasa, ujian susulan dan mengerjakan tugas susulan. Dengan resminya saya menjadi anggota TOKI 2010, tantangan berikutnya adalah Pelatnas 1 TOKI 2010! Cerita tentang itu akan saya tulis di kesempatan berikutnya.


Sekuel kisah perjalanan di TOKI:

2 comments :

  1. kak,ceritain pengalamannya juga dong pas diterima di UI ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. oke, nanti ya. Saya berencana ceritain semuanya kok dari awal perjalanan sampai saat ini :)

      Delete